There’s no Try

Do, or do not. There’s no try.

Oh ya, semalem kamu datang mengunjungi mimpiku. Tumben yah? Engga biasa-biasanya kamu nongol dan menjadi aktor utama dalam fantasi bobo dimalam hari. Uhm..coba aku ingat. Oh ya, sekali dua kali, dulu kamu pernah menjadi sang bunga tidur.  Setelah itu, lama kamu menghilang. Nah, dan semalam muncul lagi. Ada apa gerangan.

Kita dijalan. Kamu yang menjadi supir dan aku sang penumpang yang penurut. Lalu kamu gelisah, mulai berbicara tidak jelas dengan bahan pembicaraan yang juga tidak jelas. Aku jadi ikut-ikutan gelisah, seakan kegelisahanmu adalah penyakit menular cepat dan mematikan seperti virus Ebola. Bukan seperti HIV yang membawa manusia mati perlahan-lahan. Bukan. Seenggaknya aku jadi susah bernapas saat itu.

Ah, lebay.

Waktu itu, demi menggenapi harapan yang 1%,  kamu menanyakan sebuah pertanyaan yang kujawab dengan kata “mencoba”. Tidak, katamu saat itu. “Ya katakan ya, tidak katakan tidak. Saya tidak mau ‘mencoba’.” Waahaha, kamu mencoba mengucapkannya dengan gagah. Padahal keliatan  deg-deg-annya.

Well, yeah. Saat gue memperhatikan sekeliling gue, kebanyakan orang pasti akan menjawab ‘mencoba’ saat diminta untuk melakukan sesuatu. Dan seperti halnya gue, ‘mencoba’ juga menjadi jawaban andalan saat di todong untuk ‘beusaha lebih’.

“Ya pak..saya akan mencoba untuk lebih fokus dalam bekerja.”

“Iya Bu Pendeta, saya akan mencoba untuk lebih rajin kegereja lagi.”

Atau,

“Ngumpul bareng? Iya deh, ntar aku coba cari waktunya ya?”.

Sampe waktu itu,  baru gue sadari -oh, this is only in my horrible opinion aja sih- klo jawaban dengan kata “mencoba” adalah jawaban pengecut. Yaps. Pengecut. Tidak gentle. Tidak jantan. Uups, tolong, jangan ada yang protes dengan istilah ‘jantan’ yang gue pake meskipun kata ilmu biologi, gue adalah ‘betina’.

Ya iya. Jawaban “saya akan mencoba” seakan memberi celah untuk lolos dari penghakiman orang-orang kalo ternyata pada akhirnya, hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan yang diharapkan. Entah, mungkin berbagai alasan. Bisa karena emang engga niat dari awalnya, bisa juga karena malas..setiap individu punya alasannya masing-masing. Yang jelas kemungkinan besar alasannya bersifat negatif.

“Aduh..kenapa sih bisa begini?”

“Maaf pak, saya kan sudah mencoba .. tapi ternyata..”

Lebih dari 60%, ‘mencoba’ ternyata berujung mengecewakan.

Dan gue gak akan pernah menjawab dengan kata ‘mencoba’ lagi. Ya katakan ya, tidak katakan tidak.

Eh, tapi kalo gue ganti dengan kata ‘berusaha’, agak beda kali ya? :mrgreen:

Do, or do not. There’s no try.

Kata-katamu waktu itu benar-benar membuatku berpikir jauh. Jauh kebelakang, jauh ke depan. Ya katakan ya, tidak katakan tidak.

“Hm…aku ada harapan engga?”

“Ha…..rapan ya?” Aku terdiam untuk senyum sejenak. Melepas grogi. “Errr..ada lah.”

“Oh ya? 20%, ada gak?” Hei, aku tau kamu melirik aku dengan ekor matamu.

Susah mau menjawabnya. “Err.. ada lah.”

“Wow. Keren. Hahaha”

Aku ikut ketawa.

“Kalau gitu, aku naikkan jadi 99% persen aja, ada engga?” Kali ini kamu menoleh ke arahku.

“Apa?? 99%?”

“Ada engga?”

“Ada engga?”

hmm..

Aku mencabik-cabik tissue ditangan. Sekali lagi, hahaha. Lebay.

“Oh.”

“Ada engga?”

“Err..ada lah.” Perasaan, cuman kata ini deh yang dari tadi bisa aku ucapkan.

“Hahahaha. Wow. Keren.” Lagi-lagi itu jawabmu. Huh, pura-pura engga grogi. “Makasih.”

Aku diam. Masalahnya, aku ga tau mo ngomong apa.

“Nie, kalo yang 1%nya digenapi sekarang aja, bisa ga?”

“Ha?”

Kamu benar-benar melihatku dengan sungguh-sungguh saat mengucapkan itu.

Waduh.

Waduh.

—-

Do, or do not. There’s no try.

PS: 1% nya biar jadi rahasia aja ya?

Posted on July 1st, 2009 by nie  |  5 Comments »

“Ah..” gak jadi mati.

Nah, aku tak jadi mati. Asik. Hore. Hm..

Aduh Tuhannnnnnnn, aku cinta padaMu. Andai Kau didekat sini, pasti udah ku peluk-peluk  sekuat tenaga sambil loncat-loncat. Aduh, makasih. Ku tau Tuhan, Kau luar biasa baik. Luar biasa. Hingga aku tak jadi binasa. Ah.

Ihihihihihi 

Benar rupanya kata Dendi di komennya, sesuatu yang gak membuatmu mati pasti akan membuatmu bertambah kuat. Jah, ari ini tiba-tiba aja kerasa otot trisep dan bisep bermunculan dimana-mana. Bwahaha.

Ah..

Ah lagi, ah lagi. Belakangan ini banyak sekali kejadian yang membuatku ter ah-ah-ah. Pokoknya “ah” itu ucapan favorit of the week deh. Ah, jadi malu. Lho..”ah” lagi? Ah, masa ga bole? Duh, gimana sih caranya ngontrol mulut ini biar ga ber ah-ah-ah di sembarang tempat? Ga lucu dong klo lagi menghadapi customer trus tiba-tiba keluar bunyi “ah”. Ah, payah. Jaaaah.

Seperti tadi pagi, ga biasa-biasanya si boss nongol duluan dikantor. Dengan bercelana pendek 3/4 ria dan baju kaos, si boss keliatan sungguh bersahaja dan mencintai bisnisnya. Sampe sini celingak-celinguk liat ini itu, nanya ini itu trus internetan dan baca koran bentar, pulang.

Sebelom pulang,

“Lho..tas saya mana ya??!?”

Aku kaget. “Hah?? Tas yang mana bos?”

“Tas saya! Yang biasa saya bawa-bawa!! Loh, kok ilang??!” Si boss cepat-cepat berlari keluar menuju mobilnya dan mengecek apakah si tas ada di dalem mobil.

Beberapa menit kemudian, dengan napas ngos-ngosan

“Hah! Engga ada!”

“Apa?? masa sih bos? tadi taruh dimana??” AKu ikut shock

“Hah?!? bagaimana ini??! Rud, kamu lihat tas saya??” Si boss bertanya pada sales yang baru datang.

“Lah, mana saya tau bos. Kan boss datang duluan.” Salesnya cengengesan.

“Tok! Tok! Kamu lihat tas saya?!?” Sekarang giliran supir yang ditanyain.

“Wah, ndak tau Pak. Saya ndak lihat pak. Jangan-jangan gak dibawa kali pak. ada dirumah.” Akhirnya ada juga yang bisa memberi jawaban masuk akal.

Si boss melongo dan mulutnya membulat, terdiam beberapa detik bagaikan patung yang baru dipahat. Lalu tiba-tiba nepok jidatnya.

“Ah iya ya. Kayaknya emang enggak dibawa deh. Ada dirumah. Saya kan buru-buru tadi belum mandi. Ehehehehehe..”

Gubraks. Ah, si boss. Kapan sembuh sih dari sakitnya.

Ngomong-ngomong, mau ceritain apalagi ya? Ga konsen nih karena sakit perut. Ah, dasar mens sialan. Uups..salah, maap. .harusnya ga boleh memaki. Kan uda janji mo jadi anak baik. Maap, maap Tuhan

Ya udah ah. Eh, ah lagi.

Posted on June 29th, 2009 by nie  |  8 Comments »

Tidak sekuat yang kuduga.

…..

Bahwa sesungguhnya aku tidak sekuat yang aku sendiri dan kalian duga.

Bahwa sesungguhnya aku ternyata terlalu payah.

Tuhan, tolong bantu.

Aku berdoa.

Tolong ya? Please?

Aku berjanji akan menjadi anak yang tidak nakal dan hidup lebih baik lagi.

Tolong ya?

Terima kasih. Ku tahu pasti Kau mengulurkan tanganmu. Aku percaya. Sangat. Ya, aku percaya.

Posted on June 27th, 2009 by nie  |  8 Comments »

Start di tengah Juni

12 Juni’09….setelah 18 Mei’09

Whooooooooooooaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!! I’m back. I’m back.

Aku kembali. aku sembuh. Tidak lagi mengeluh lelah. Tidak pula merasa seperti ingin jatuh lagi. Beuh. Senang hatiku :mrgreen: *apa sih ya?*

Eniwei, salah satu alasan mengapa gue engga mengupdate blog ini sekian lama adalah karena si blog monyong sendalbiru ga mau loading pas dibuka. Gue aja heran kenapa. Gue laporin ke tukang hostingnya, dan entah..pagi ini uda bisa lagi. Ow, thanks abang tukang hosting. Love yuu. *Gubraks*

Karena baru kembali, dan efek mabok hiatus masih terasa..maka gue masih bingung mo cerita apa. Pokoknya katakan aja “welcome home”, gue uda seneng. Nah, ini aja bahasanya masih berantakan. Apa gue harus kembali mencari guru bahasa jaman SMA gue yang garang itu, Pak Buaton, buat kembali mengajarkan tata bahasa dan teknik mencurahkan isi pikiran yang baik dan benar sesuai dengan ejaan yang disempurnakan? Nah, lagi kan.

Oke, lupakan.

Gue pajang aja deh award yang dikasi Nupho disini. Katanya sih musti dibagiin ke 10 blogger lainnya. Tapi berhubung gue lagi seneng hati, award ini bole gue kasi buat semuaaaa blogger yang ada di list gue. Here it is.

Oh well, ini Jum’at ya? ga terasa minggu ini akan segera berlalu. Moga-moga lah cepat Juli. Soalnya kata si Boss, bulan Juli mau naik gaji. Huihihihi..

Uups. Tiba-tiba perut gue bertingkah. Pamit ke toilet dulu yah. :mrgreen:

Posted on June 12th, 2009 by nie  |  25 Comments »

Tired of..

“Sick of crying, tired of trying, I’m smiling..but inside i’m dying.”

Waahaha.Yang diatas itu status salah satu temen YM yang lagi onlen.  Kedengaran so desperado ya? Berlebihan ga kalo sekarang gue bilang gua juga lagi ngerasain kira-kira kurang lebih begitu. Terutama di bagian tired of trying. Kalo aku nyerah aja, bole ga? Fyuhh….

Marah dan pengen makan sebanyak-banyaknya, tapi engga selera makan. Lelah dan pengen tidur selama mungkin, tapi tetep sulit untuk terlelap.

Bah.

Kampret.

Uups. Maap jadi memaki. Abis ga tahan lagi sih.

Duh, maap.

Posted on May 18th, 2009 by nie  |  31 Comments »